Senin, 16 Januari 2012

Wapres: Standardisasi Produk Halal Jangan Beratkan Konsumen

Wakil Presiden Beodiono meminta agar mengkaji bagaimana standardisasi halal tanpa memberatkan konsumen. Ini penting karena sebagian besar konsumen adalah muslim dengan penghasilan yang barangkali masih pas-pasan.

"Perlu terus dilakukan upaya penyusunan kebijakan, penerapan, pengawasan, serta sosialisasi tentang produk-produk halal di berbagai kalangan masyarakat sehingga terwujud standar halal yang berlaku umum di seluruh dunia. Dengan demikian, dapat tercipta ketenangan dan keamanan bagi umat Muslim dalam mengonsumsi produk-produk halal berdasarkan syariat Islam," ujar Wapres, saat membuka Annual General Meeting World Halal Food Council (AGM-WHFC) dan International Workshop On Indonesian Role For Strengthening Global Halal 2012 di kantor Wapres Jakarta, Senin (17/1).

Saat ini di Indonesia, ujar Wapres, upaya tersebut telah dilakukan Majelis Ulama Indonesia dengan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI bersama balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Dikatakannya, kerja sama di bidang ini perlu terus ditingkatkan lagi, dengan membuka peluang kerjasama dengan negara-negara lain. The World Halal Food Council dapat memfasilitasi kerja sama ini.

Ia berharap, dalam forum ini dapat dikaji secara mendalam dan universal cara-cara yang lebih baik dalam menyusun standar untuk menghasilkan produk-produk yang halal, sekaligus juga mengkaji bagaimana standar itu diterapkan tanpa memberatkan konsumen.

"Ini penting karena sebagian besar konsumen adalah Muslim dengan penghasilan yang barangkali masih pas-pasan," ujarnya.

Dalam forum ini juga dapat menjadi wahana dialog yang lebih mendalam antara pembuat kebijakan, praktisi, akademisi, dan para pemangku kepentingan dalam menerapkan dan menghasilkan beragam produk halal untuk kepentingan yang lebih luas sesuai dengan syariat Islam.

Sebagaimana diketahui, ujarnya, bagi umat muslim, makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, dan produk-produk lainnya bukan sekadar sarana kebutuhan secara lahiriah, tetapi juga mempunyai segi rohaniah yang penting.

Wapres mengatakan Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk muslim sebanyak 200 juta jiwa, yang setara dengan jumlah muslim di enam negara Islam, yaitu Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Malaysia, dan Turki.

Bisa dibayangkan betapa besar jumlah produk baik makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik dan produk lainnya yang beredar di masyarakat dan selalu dikonsumsi sehari-harinya.

Sumber: (metrotvnews)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger