Kamis, 05 Januari 2012

Wanita Vietnam Dituntut 16 Tahun Penjara di Medan

Seorang wanita warga negara Vietnam, Nguyen Thi Tuyet Tran (49) dituntut 16 tahun penjara di Pengadilan Negeri Medan, Sumatra Utara, Kamis (5/1). Ia diyakini terbukti membawa satu kilogram sabu-sabu saat mendarat di Bandara Polonia.

Menurut jaksa Dwi Meily Nova, terdakwa melanggar pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hal-hal yang memberatkan terdakwa, karena perbuatannya membawa barang berbahaya bagi kesehatan manusia dan dilarang beredar oleh Pemerintah Indonesia. Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dalam persidangan dan tidak mempersulit jalannya pemeriksaan.

Sebelumnya, JPU dalam dakwaannya menyebutkan, Nguyen Thi Tuyet Tran membawa sabu-sabu pada Selasa, 7 Juni 2011 sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, ia baru tiba dari Kuala Lumpur, Malaysia, dengan menggunakan pesawat terbang mendarat di Bandara Internasional Polonia Medan.

Kemudian terdakwa yang membawa tas dengan warna hitam itu, ketika akan melewati tempat pemeriksaan barang penumpang melalui x-ray kelihatan ketakutan. Petugas Bea Cukai di Bandara Polonia merasa curiga. Anjing pelacak didatangkan untuk mengendus tas penumpang tersebut. Ternyata apa yang dicurigai benar, di dalam tas berisi dua bungkusan yang berisi serbuk putih. Kedua bungkusan berisi masing-masing sabu-sabu yang mencapai berat satu kilogram. Barang bukti itu juga sudah melalui pemeriksaan di laboratorium.

Selanjutnya JPU mengatakan, sabu-sabu yang dibawa Nguyen itu adalah barang milik Uche, warga Afrika yang belum tertangkap. Nguyen adalah orang suruhan Uche. Pemilik barang sudah menunggu di Medan.

Terdakwa membawa barang terlarang itu, ketika ketemu dengan Uche di Bangkok. Kemudian Nguyen berangkat dengan menggunakan pesawat dari Bangkok menuju Kuala Lumpur dan terusnya ke Medan.

Setelah mendengar tuntutan tersebut, Nguyen meneteskan air mata. Ia meyakini hanya dituntut enam tahun penjara. Setelah dijelaskan, barulah terdakwa warga asing itu mengetahui bahwa dirinya dituntut 16 tahun penjara.

Usai persidangan Nguyen mengaku, tidak mengetahui bahwa barang yang dibawanya dalam tas adalah narkoba. "Saya benar-benar tidak tahu, dalam isi tas tersebut adalah sabu-sabu," kata warga Vietnam itu.

Ia mengaku sudah empat kali berkunjung ke Medan. "Namun kunjungan yang keempat kalinya ke Medan, ditangkap," kata Nguyen.

Sidang kasus narkoba yang dipimpin Majelis Hakim diketuai SB Hutagalung dilanjutkan Kamis depan untuk mendengarkan pledoi (pembelaan) dari penasihat hukum terdakwa atas tuntutan JPU.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger