Senin, 16 Januari 2012

Setjen Berulah, DPR Ditampar

Renovasi ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR menyisakan pertanyaan. Sebab, renovasi tersebut bisa makin memperburuk citra DPR di depan konstituennya.

"Saya tidak bisa paham benar dengan langkah Sekretarian Jenderal DPR. Itu tak bisa dipahami. Apa yang dilakukan kesekjenan beribas pada DPR. Itu semakin memperburuk citra DPR, "kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Saan Mustopa, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/1).

Menurut mantan aktivis HMI itu, Setjen seharusnya membicarakan dengan pimpinan DPR terlebih dahulu, sebelum mereka melakukan renovasi.

"Harusnya ketika setjen mau melakukannya (renovasi-red) disampaikan ke DPR. Kan pimpinan dpr nanti akan  merapatkannya dengan frakis-fraksi. Nantikan fraksi akan memberikan masukan apakah layak dilakukan atau tidak," jelasnya.

Hal itu, menurut Saan, penting. Sebab dapat menghindari pemberitaan tak baik serta meminimalisir masalah. "Kalau selama ini jangankan anggota, pimpinnan fraksi ngga tahu tentang rencana-rencana yg akan dilakukan Setjen, tiba-tiba DPR sudah dicaci. Inikan membuat kredibilitas DPR semakin memburuk kalau ini terus menerus dilakukan," keluhnya.

Keluhan Saan bukan tanpa dasar. Sebab, DPR masih diributkan dengan soal toilet. Hal itu membuat langkah pembenahan DPR menuju lebih baik jadi terganjal. "Ini awal tahun yang kurang baik buat reputasi DPR. Sudah ada dua kasus yg membuat kurang baik. Apapun yg dilakukan kesekjenan harus disadari berimplikasi kepada kredibiltas DPR," terangnya.

Sementara mengenai keenganan Setjen yang tak mau merinci alokasi anggaran renovasi yang menyebut sebagai rahasia negara, Saan menilai itu sengaja ditutup-tutupi. "Itu seharusnya bisa. Tak ada rahasia negara. Inikan untuk kepentingan publik. Maka semua anggaran yang dikeluarkan bisa disampaikan ke publik,apalagi sudah ada sorotan," pungkasnya.

Sumber: (metrotvnews)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger