Senin, 02 Januari 2012

Putin Tolak Tuntutan dan Tudingan Oposisi

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin menolak tuntutan pihak oposisi untuk menggelar pemilihan parlemen ulang, dengan tuduhan telah terjadi kecurangan saat pemilihan pada 4 Desember lalu.

Pihak oposisi telah melancarkan tuntutan melalui demonstrasi. Unjuk rasa terbesar sepanjang 20 tahun terakhir di Rusia, dan mencoba untuk mengakhiri 12 tahun kepemimpinan Putin yang bakal maju dalam pemilihan Presiden pada 4 Maret tahun depan.

"Hasil pemilihan parlemen, tidak perlu diragukan merupakan refleksi keseimbangan kekuatan di negeri ini," kilah Putin saat tampil di televisi secara marathon selama 4,5 jam.

Putin kemudian balik menuding, unjuk rasa itu seperti digerakkan oleh pihak lain. Upaya itu dilakukan untuk membuat kondisi Rusia tidak stabil.

Pernyataan Putin itu seperti menanggapi apa yang diungkapkan pesaing utamanya, pemilik New Jersey Nets Mikhail Prokhorov. Satu janji Prokhorov jika terpilih yakni segera membebaskan konglomerat Mikhail Khodorkovsky dari penjara.

Khodorkovsky, salah satu orang terkaya di Rusia, sudah menjadi penghuni Hotel Prodeo sejak dia dihukum pada 2003 silam. Dia divonis menggelapkan pajak, padadal banyak kalangan menyatakan Khodorkovsky dipenjara karena berusaha mengoyang kekuasaan Putin.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger