Minggu, 08 Januari 2012

PT KA Akan Remajakan Prameks

PT Kereta Api berencana meremajakan kereta api komuter Prambanan Ekspres (Prameks) pada 2012 untuk meningkatkan pelayanan publik.

"Akan ada penggantian armada Prameks pada 2012, sehingga semuanya baru," kata Kepala Humas PT KA Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto di Yogyakarta, Minggu (8/1).

Menurut dia, jumlah armada baru Prameks empat rangkaian kereta. Namun untuk operasionalisasi sehari-hari, hanya akan digunakan tiga rangkaian kereta. Satu rangkaian lainnya difungsikan sebagai cadangan.

"Tahun 2012 ini kan masih cukup panjang. Kami usahakan pada tahun ini, sudah ada armada baru untuk pengganti," katanya.

Armada yang kini digunakan sebagai kereta api Prameks diakui kurang handal karena sudah berusia tua. Terdapat dua jenis armada untuk kereta api Prameks, yaitu kereta rel diesel (KRD) dan kereta rel diesel elektrik (KRDE) yang rata-rata dibuat pada 1980-an. Kereta tersebut bekas kereta rel listrik (KRL) Jabotabek dan kini sudah tidak lagi diproduksi di Jepang. Karenanya, PT KA terkadang kesulitan suku cadang apabila ada bagian kereta yang rusak.

Untuk armada Prameks pengganti, direncanakan kereta api baru sehingga fasilitas di dalamnya akan tetap baik seperti pendingin udara dan tempat duduk.

"Pengguna Prameks adalah masyarakat berpendidikan, mereka pasti akan turut merawat kereta api yang baru. Tidak merusak fasilitas kereta. Karenanya, PT KA akan memberikan kereta yang benar-benar baru," katanya.

Namun demikian, lanjut Eko, ada konsekuensi yang harus ditanggung pengguna Prameks apabila pengantian armada terwujud, yaitu peningkatan harga tiket 50 persen dibanding harga tiket sekarang. Jika biasanya harga tiket Solo-Yogyakarta Rp10.000, maka dengan armada baru harganya bisa Rp15.000.

PT KA telah menawarkan penggantian armada baru tersebut kepada komunitas pengguna Prameks saat pertemuan dengan Dirut PT KA, Ignatius Jonan, Rabu (4/1) di Balai Yasa Kereta Api.

Sementara itu, Dewan Pembina Komunitas Pramekers Jogja (KPJ) Eko Setianto mengatakan, berdasar rapat dengan seluruh jajaran pengurus komunitas, disepakati akan mendesak pemerintah untuk memberikan dana Public Service Obligation (PSO) untuk kereta api Prameks sehingga tarif yang dikenakan untuk konsumen tidak mahal meski ada penggantian armada baru.

"Bila dibanding dengan kereta komuter lain, tarif Prameks tergolong paling tinggi. Karenanya, kami mendesak pemerintah memasukkan Prameks sebagai kereta yang menerima PSO," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah seharusnya tidak mengejar keuntungan belaka tetapi juga harus mengimbanginya dengan pelayanan kepada masyarakat. Dengan penerapan tarif sekarang, lanjut Eko, PT KA sudah memperoleh keuntungan. Karena pendapatan Prameks setiap tahun bisa mencapai Rp26 miliar dan hanya 70 persen digunakan sebagai biaya operasional.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger