Kamis, 05 Januari 2012

Moratorium Dicabut, Ribuan TKI Serbu Malaysia Setiap Bulan

Pemerintah mencabut moratorium pengiriman tenaga kerja indonesia (TKI) ke Malaysia pada awal Desember 2011. Diperkirakan lebih dari 8.000 TKI akan masuk ke Negeri Jiran itu setiap bulan pada saat pintu masuk TKI dibuka pada Maret 2012 ini.

"Saya mencatat mungkin bisa 5 ribu sampai 8 ribu per bulan TKI kita yang masuk, mereka nanti yang akan kerja di sektor PLRT (penata laksana pembantu rumah tangga)," kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Jumhur Hidayat di Jakarta, Selasa (3/1).

Jumhur mengatakan porsi TKI di Malaysia saat ini masih didominasi oleh pekerja non-PLRT yang banyak bekerja di sektor perhotelan, jasa, perkebunan, dan pariwisata sebesar 80 persen. Meski berjumlah lebih banyak, yang paling besar terkena kasus yakni para TKI di sektor PLRT.

"Sebenarnya dengan adanya kesepakatan dengan Pemerintah Malaysia ini artinya ada perlindungan untuk PLRT, paspor dipegang TKI, kemudian ada hari libur atau cuti, upah cukup tinggi. Perkembangan ini sudah lebih bagus sekarang," kata Jumhur.

Sebagai informasi, moratorium pengiriman TKI ke Malaysia dicabut pada 1 Desember 2011. Moratorium itu sendiri dimulai pada Juni 2009. Ketika itu, banyak desakan dari masyarakat agar menghentikan pengiriman TKI ke Malaysia lantaran banyaknya kasus penyiksaan dan tindakan sewenang-wenang yang terjadi pada TKI.

Moratorium dicabut karena Pemerintah Indonesia dan Malaysia sudah menandatangani beberapa kesepakatan, termasuk di dalamnya perlindungan terhadap TKI di Malaysia. Pemerintah Malaysia berjanji akan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia.

"Sekarang, kalau ada apa-apa kita tangani bersama. Selama ini kalau ada masalah kita yang tangani sendiri, sekarang mereka terlibat juga kalau ada masalah dengan TKI kita," ujar Jumhur.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger