Senin, 16 Januari 2012

Marzuki Ali Siap Berhentikan Sekjen DPR

Ketua DPR Marzuki Ali mengaku kerap mengingatkan Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh untuk selalu mengomunikasikan alokasi anggaran yang digelontorkan buat DPR.

"Awal 2010, saat Sekretariat Jenderal DPR mengirimkan komputer ke ruangan saya, saya kaget dan langsung menanyakan kepada Bu Sekjen. Apakah itu ada anggarannya? Dia bilang itu ada anggarannya. Padahal, di ruangan saya masih ada komputer," kata Marzuki Ali di gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/1) siang.

Setelah itu, kata Marzuki, ia mengingatkan Nining agar selalu memberitahukan segala sesuatu yang berkaitan dengan fasilitas dikomunikasikan kepada pimpinan DPR

"Kita kan tahu lemahnya komunikasi antara anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dengan fraksi. Maka saya tegaskan setiap notulen rapat BURT harus diberikan ekstra copy kepada fraksi," terang politikus Partai Demokrat itu.

Marzuki mengaku kerap mendapat komplain terkait banyaknya keluhan vendor tentang dugaan KKN, dan tender yang diatur di DPR. "Saya selalu sampaikan kepada Bu Sekjen, tapi tak ada jalan keluarnya," keluh Marzuki.

Marzuki juga gerah dengan ulah Setjen yang kerap menggunakan produk luar negeri bagi fasilitas DPR. "Beliau tahu bagaimana menggalakkan produksi dalam negeri. Harusnya jangan dibiarkan konsultan berkreasi menurut maunya."

Bagi Marzuki, tindakan itu tak bisa ditoleransi. Nining adalah pegawai pemerintah yang malah melanggar anjuran pemerintah. "Artinya Bu Sekjen telah melanggar apapun, dengan tidak mengindahkan pemerintah dan malah menggunakan produksi luar negeri," kecam Marzuki.

Untuk itu, Marzuki berjanji akan melakukan rapat dengan pimpinan lain di DPR guna membahas pemberhentian Sekjen. "Nanti saya akan rapimkan dengan pimpinan lain. Untuk memberi kejelasan. Pastinya, peringatan sangat keras. Sebab, saya sudah berkali-kali menyampaikan kepada Ibu Sekjen agar bekerja yang baik," paparnya.

Marzuki tak ingin mendahului pemerintah dalam memberhentikan Sekjen. Sebab, Sekjen merupakan pegawai pemerintah yang bertugas di DPR. "Tunggu saja. Saya tidak mau mendahului pemerintah. Saya tahu prosedurnya, dan akan saya tempuh. Saya juga sudah menelepon Pak Dipo Alam (Sekretaris Kabinet) terkait ini," kata Marzuki.

Sumber: (metrotvnews)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger