Minggu, 08 Januari 2012

Kicauan Nazaruddin tentang "Ketua Besar" Harus Diselidiki KPK

Sejumlah kicauan terdakwa kasus korupsi Wisma Atlet Jakabaring Palembang, Muhammad Nazaruddin dinilai perlu diselidiki KPK. Terlebih, baru-baru ini Nazaruddin kembali mencuatkan istilah baru "Ketua Besar". Hal tersebut ditegaskan Pakar hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Mudzakkir, di Yogyakarta, Jumat (6/1).

"Sebuah informasi apalagi dari tersangka yang diduga melibatkan banyak orang, justru harus diolah. Apapun yang diomongkan harus ditelusuri. Tekniknya seperti itu. KPK mestinya menindaklanjuti apapun," ujar Mudzakkir.

Mudzakkir tak memungkiri bahwa meski penyidik KPK independen tetap saja sulit melepaskan diri dalam kepentingan-kepentingan politik. Apalagi, istilah "Ketua Besar" yang diucapkan Nazaruddin ini menyebut nama Ketua Badan Anggaran (Banggar) Melchias Markus Mekeng.

"Penyidik dan penyelidikan harus bersih dari kepentingan politik. Hukum itu tidak bisa dicampuradukan dengan politik," terangnya.

Mengapa penyidik KPK harus melepaskan diri dari kepentingan politik? Menurut Mudzakkir, dengan tidak ada campur tangan politik, kasus Nazaruddin bisa dengan cepat diungkap dengan tuntas.

Ia mengatakan, kasus Nazaruddin melibatkan unsur uang. Tentu saja, pembuktiannya harus ditelusuri. Dari mana uang itu, bagaimana uang itu diambil, lalu siapa saja yang terlibat.

"Makanya jangan ditunda, langsung saja diperiksa. Kalau penyidik KPK tidak cepat, dikhawatirkan informasinya bisa hilang," tandas Mudzakkir.

Sebelumnya, istilah "Ketua Besar" dan "Bos Besar" terungkap dalam salinan berita acara pemeriksaan (BAP) Mindo Rosalina Manulang terhadap Nazaruddin, bekas atasan Rosa. Nazaruddin menyebutkan nama Anas Urbaningrum sebagai "Bos Besar" dan pimpinan Badan Anggaran (Banggar) sebagai "Ketua Besar".

"Iya benar ("Bos Besar" adalah Anas Urbaningrum dan "Ketua Besar" adalah pimpinan Banggar). Nanti habis sidang saya ceritain," ujar Nazaruddin sebelum sidang pada 4 Desember lalu.

Nazaruddin juga menyebutkan orang yang dekat dengan "Bos Besar" adalah Yulianis, anak buah Nazar. Bahkan Nazar mengatakan Yulianis dan Anas memiliki nomor telepon khusus yang digunakan untuk berkomunikasi langsung antara keduanya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger