Jumat, 06 Januari 2012

Kelompok Peduli AIDS Minta Kondom Jadi Syarat Film Porno

Peringatan Hari Anti-HIV/AIDS sedunia pada 1 Desember lalu menjadi pemicu kelompok pemerhati untuk mendesak industri film-film porno di Los Angeles, Amerika Serikat, agar ikut mencegah penularan HIV/AIDS. Mereka meminta para aktor film dewasa tersebut memakai kondom saat berakting.

Gagasan ini direalisasikan Yayasan Peduli AIDS dengan membuat petisi. Ini dilakukan dengan mengumpulkan tanda tangan publik Los Aangeles yang sudah berhak menjadi pemilih. Diharapkan, petisi yang berisikan penggunaan alat kontrasepsi berbahan lateks sebagai syarat untuk izin produk film biru ini sudah tercapai sebelum Pemilu Juni 2012.

Usaha kelompok pemerhati AIDS ini tampaknya bakal mendapat ganjalan. Pejabat pemerintahan California menilai petisi itu tidak perlu karena industri film porno telah melindungi para karyawan mereka dari penularan HIV/AIDS.

Mereka mengatakan kondom dibutuhkan jika pelaku film terkena infeksi. Bahkan, Divisi Keselamatan dan Kesehatan California telah mengenakan denda USD125 ribu kepada produsen film dalam lima tahun terakhir atas berbagai pelanggaran hal itu.

Meski demikian, Yayasan Peduli AIDS menilai pemerintah setempat lamban menindak industri-industri film tersebut. ""Kami yakin kemampuan kami untuk memenangi inisiatif dalam pemilu nanti," ujar Michael Weinstein, Presiden Yayasan Peduli AIDS.

Kondom memang dipandang sebagai hal tidak penting oleh perusahaan-perusahaan besar film porno. Mereka menganggap alat kontrasepsi itu merusak keindahan produk filmnya.

Mantan aktor film porno, Derrick Burts, mengatakan beberapa pemain ingin memakai kondom, tetapi tidak bisa melawan kehendak produsen mereka. Kini ia terinfeksi HIV.
Yang pasti, jika UU baru tentang pemakaian kondom ini diberlakukan, produser film bernilai miliaran dolar itu mengatakan bakal minggat dari kota tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger