Jumat, 06 Januari 2012

Jakpus Akan Serius Mengurus Rusa Monas

Suku Dinas Peternakan dan Pertanian Jakarta Pusat akan lebih serius lagi mengurus rusa totol di kawasan Munumen Nasional (Monas). "Agar keberadaannya bisa terurus dan terpelihara secara baik. Jumlah rusa yang berada di kawasan Monas akan dibatasi. Maksimal hanya 50 ekor," kata Kasudin Peternakan dan Pertanian Jakarta Pusat Ida Herawati, Jumat (16/12).

Jika rusa totol itu berkembang biak, yang baru lahir akan segera dipindahkan ke Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan. Langkah ini dilakukan karena terbatasnya lahan dan ruang yang tersedia. "Jumlah rusa Monas sudah ditetapkan maksimal 50 ekor saja. Jika ada rusa yang berkembang biak, yang baru lahir tersebut segera di pindahkan," ujar Ida.

Dia menjelaskan, saat ini pemeliharaan dan perawatan rusa Monas sepenuhnya diserahkan ke Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta dan Sudin Peternakan dan Pertanian Jakarta Pusat. "Sebelumnya, ada beberapa suku dinas yang terlibat dalam memelihara dan merawat rusa di kawasan Monas," ungkap Ida.

Untuk kawasan taman telah menjadi tugas pokok dan fungsi Suku Dinas Pertamanan. Sedangkan suplai air kewenangan Sudin Pekerjaan Umum Tata Air. Untuk perawatan rusa menjadi kewenangan Sudin Pertanian dan Peternakan Jakpus. "Saat ini baik air, taman dan rusanya, sepenuhnya ditangani Dinas dan Sudin Pertanian dan Peternakan," ujar Ida.

Langkah itu ditempuh agar tidak ada lagi tumpang tindih instansi dan agar perawatan serta pemeliharaan rusa totol Monas bisa lebih efektif. Menurut Ida, saat kewenangan atas rusa Monas masih berada di bawah kendali berapa institusi, jumlah rusa di kawasan Monas berkembang biak melebihi kapasitas, tanpa ada yang memperhatikannya. Jumlah rusa mencapai 61 ekor.

Saat kasus tidak terawatnya rusa totol Monas jadi sorotan publik, pengamat mengatakan rusa menjadi tidak terawat karena jumlahnya melebihi kapasitas. Sebanyak 11 ekor rusa kemudian dibawa ke TMR untuk dirawat dan dipelihara di sana. Ida juga menjelaskan, dengan meningkatnya jumlah rusa, mau tidak mau terjadi penyesuaian anggaran untuk pakan rusa.

"Pada awalnya, anggaran yang disediakan selama satu tahun hanya sebesar Rp97 juta untuk 20-30 ekor rusa. Namun pada perkembangannya, rusa tersebut berkembang biak hingga jumlahnya mencapai 60 ekor," katanya.

Dengan adanya pembatasan jumlah rusa, Ida memastikan perawatan dan pemeliharaan rusa dapat dilakukan dengan baik. Selain itu, tambahnya, tahun depan anggaran pakan rusa juga akan disesuaikan dengan jumlah rusa yang ada.

Tahun 2012 mendatang Sudin Pertanian dan Peternakan juga berencana melakukan berbagai perbaikan fasilitas rusa di kawasan Monas, seperti kolam penampungan air, pompa air serta taman dan kawasan yang ditempati oleh rusa-rusa tersebut.

"Kolam penampungan air yang bocor serta pompa air yang rusak akan segera kami perbaiki. Selain itu, kami juga berencana untuk membuat sumur pompa air di kawasan itu agar rusa yang ada di sana tidak kekurangan air," tandasnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger