Jumat, 06 Januari 2012

Gila, 23 Ton Gading Gajah Disita Sepanjang 2011

Kelompok pemerhati perdagangan hewan liar internasional, Traffic, mencatat jumlah gading gajah yang disita pada 2011 merupakan yang terbesar sejak 1989. Traffic mengatakan, tahun ini tahun "terburuk" bagi gajah. Tercatat 23 ton gading dari sedikitnya 2.500 ekor gajah telah disita.

Perdagangan gading dilarang sejak 1989 untuk menyelamatkan gajah dari kepunahan. Namun, bisnis itu tetap berjalan secara ilegal karena tingginya permintaan dari Asia. Di wilayah ini gading digunakan sebagai hiasan.

"Meningkatnya jumlah gading yang disita tahun ini mencerminkan naiknya permintaan di Asia dan semakin licinnya kelompok-kelompok penjahat di balik perdagangan tersebut," tulis pernyataan Traffic.

"Sebagian besar pengiriman gading gajah ilegal berakhir di China atau Thailand." Kelompok itu mengatakan 23 ton gading ditemukan dari 13 penyitaan besar tahun ini. Jumlah itu sangat besar dibandingkan enam tahun terakhir yang tidak pernah mencapai lebih dari 10 ton per tahun.

"Sepanjang 23 tahun kami bekerja mengumpulkan data penyitaan gading ini tahun terburuk. 2011 adalah tahun yang sangat berat bagi gajah," kata pakar gajah dari Traffic Tom Milliken. "Sindikat-sindikat kriminal menyelundupkan gading gajah ke Asia "

Traffic menyimpulkan, para penyelundup telah mengganti moda pengangkutan gading dari udara ke laut di awal 2011. Ada tiga penyitaan besar di sejumlah bandar udara, tapi sisanya ditemukan di kargo kapal laut.

"Satu-satunya hal yang selalu sama dalam penyelundupan gading adalah gading dikirim dari Afrika dan tiba di Asia, tapi rute-rute perjalanan selalu berubah, dengan dugaan para pelaku berspekulasi rute mana yang memungkinkan mereka menghindari deteksi," kata Traffic.

Malaysia enam kali menjadi negara transit dari rantai perdagangan gading. Dalam kasus terakhir, 21 Desember lalu, aparat Malaysia menyita ratusan gading gajah Afrika senilai 1,3 juta dolar AS (Rp11,7 miliar) yang hendak dikirim ke Kamboja.

Gading tersebut disembunyikan dalam kontainer berisi kerajinan tangan yang dikirim dari Mandara Mombasa di Kenya. Milliken mengatakan, sedikit sekali pelaku yang ditangkap dalam kasus-kasus penyelundupan itu. "Saya khawatir para pelaku menang," kata Milliken.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger