Kamis, 05 Januari 2012

BNI Menurunkan Suku Bunga Kredit

BNI menurunkan suku bunga dasar kredit (SBDK) per 30 Desember 2011 untuk seluruh kredit dengan porsi penurunan berbeda-beda. Aksi ini juga menjadi salah satu agenda yang digalakkan Bank Indonesia dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah krisis ekonomi dunia.

Data yang diperoleh dari laman BNI, penurunan terbesar terjadi untuk SBDK konsumer non-KPR yang turun hingga 0,90 persen dari 13,15 persen menjadi 12,25 persen. SBDK konsumer KPR turun 0,80 persen dari 11,80 persen menjadi 11 persen. SBDK korporasi turun 0,30 persen dari 10,75 persen menadi 10,45 persen. Sementara SBDK ritel turun tipis dari 13,00 persen menjadi 12,95 persen.

"Semua bank pemerintah yang besar sudah turun kok," kata Direktur Business Banking BNI Krisna R. Suparto ketika ditemui di kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu (4/1).

Krisna menjelaskan, penurunan SBDK ini mengikuti keinginan BI untuk menekan nett interest margin (NIM) perbankan. NIM perbankan di Indonesia yang tertinggi berkisar 5 persen-6 persen. Diharapkan bisa turun menjadi 3 persen-4 persen seperti perbankan lainnya di kawasan.

Profit BNI sendiri tidak akan terganggu dengan penurunan NIM. "Hasil bunga benar-benar dijadikan keuntungan, berikutnya kita cari fee based (income), baik itu untuk fasilitasi perdagangan dalam bentul garansi, L/C, structure finance, advisory, yang bisa kasih fee tambahan, termasuk pemberian kredit sindikasi," kata Krisna menjelaskan NIM bukan satu-satunya sumber pendapatan bank.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya belum berencana menurunkan lagi SBDK setelah menurunkan SBDK ritelnya 50 basis poin per akhir tahun. "Kalau bank besar lainnya SBDK-nya sudah sama dengan BCA, kita akan turunkan lagi deh," canda Jahja.

SBDK BCA tercatat berada pada 9 persen untuk kredit korporasi, 10,50 persen untuk kredit ritel, 7,5 persen untuk kredit konsumer KPR, dan 8,64 persen untuk kredit konsumer non-KPR. Posisi tersebut berlaku per 31 Desember, tidak berubah dari SBDK per akhir bulan sebelumnya.

BRI juga mencatat penurunan SBDK di seluruh kreditnya. SBDK korporasi menjadi 10,00 persen, ritel 11,75 persen, konsumer KPR 10,25 persen, konsumer non-KPR 12,25 persen.

Sumber: (metrotvnews)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger