Kamis, 22 Desember 2011

Sekring Bermasalah, Picu Resiko Kebakaran


Otosia.com - Mungkin beberapa pengendara tak pernah menyadari, bagaimana perangkat elektrik dalam mobil mereka bekerja dengan dukungan sistem kelistrikan yang ada. Apa yang diketahui bisa saja hanyalah merupakan logika sederhana, yakni bahwa tenaga listrik tersebut hanyalah bersumber pada baterai atau aki yang tertanam dalam mesin mobil mereka, yang kemudian didistribusikan ke seluruh perangkat elektrik yang ada. Padahal pada kenyataannya, suplai listrik yang disalurkan ke beberapa perangkat elektrik dalam mobil, melalui beberapa tahap dan jalur yang cukup rumit. Selain itu, besarnya arus yang dibutuhkan oleh masing-masing perangkat elektrik dalam mobil, tentu saja tak sama. Sehingga dibutuhkan sebuah alat yang berfungsi sebagai penahan dan pemutus aliran listrik, agar suplai listrik tak berlebihan, yang bisa memicu resiko kebakaran. Alat pemutus otomatis aliran listrik tersebut dinamakan sekring (fuse). Sekring yang digunakan pada mobil memiliki fungsi yang cukup vital dan berkarakter sensitif. Pemilihan dan penggunaan sekring agar tepat, harus sesuai dengan anjuran di fuse box. Jadi, sebaiknya pemilik mobil memahami fungsi sekring, agar perangkat elektrik dalam mobilnya bisa bekerja secara normal.Sekedar memberikan gambaran tentang beberapa kasus sekring putus, di bawah ini ada diagnosis beberapa penyebabnya, yang kemudian mengakibatkan mobil tak mau jalan atau ada beberapa bagian tak berfungsi maksimal.1. Sekring putus saat lampu utama dinyalakan. Besar kemungkinan, kesalahan terletak pada tombol atau karena korsleting pada kabel-kabel yang terhubung. 2. Sekring putus karena goncangan mobil. Mungkin, ada beberapa bagian isolator yang koyak, sehingga ketika kendaraan bergoncang, bagian-bagian tersebut dapat menyentuh bodi dan mengakibatkan korsleting ringan. 3. Sekring putus saat pedal rem diinjak. Periksa bagian beberapa dari tombol dan lampu, apakah ada korsleting akibat dari kabel yang terkelupas atau adanya jalur kabel yang salah. 4. Sekring putus saat tombol dimmer switch dari lampu utama digunakan. Ada kemungkinan tuas mengalami kerusakan. 5. Sekring putus saat gigi porseneling mundur dimasukkan. Kemungkinan, switch lampu mundur mengalami kerusakan. 6. Lampu sekring putus saat lampu sein diaktifkan. Kesalahan terletak pada kabel tuas lampu sein yang mengalami korsleting. (kpl/bun)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger