Rabu, 28 Desember 2011

Sejumlah Program TV Dapat Peringatan dan Sanksi KPI

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Rabu (28/12), mengeluarkan surat peringatan untuk sejumlah program televisi yang dianggap menyalahi perundangan penyiaran dan kode etik. Peringatan KPI itu berupa sanksi administrasi teguran tertulis yang dialamatkan kepada masing-masing penanggung jawab program.

Teguran tertulis di antaranya ditujukan untuk sinetron Kupinang Kau dengan Bismillah yang disiarkan stasiun televisi SCTV. Dalam surat teguran tertanggal 23 Desember 2011 itu disebutkan sinetron yang tayang pada 7 November 2011 pukul 20.32 WIB, melanggar kode etik penyiaran tentang tindak kekerasan.

Sinetron itu menayangkan adegan percobaan bunuh diri yang dilakukan secara detail, mulai dari mengambil, mengikat, dan menggantung tali sampai dengan memasukkan leher ke dalam tali. Waktu tayang dari tahapan-tahapan adegan dilakukan cukup lama.

Teguran tertulis juga dijatuhkan KPI untuk program On The Spot (Trans 7) edisi 23 November 2011 pukul 19.52 WIB. Saat itu ditayangkan informasi tentang pembantaian penyu hijau yang konon digunakan untuk upacara keagamaan masyarakat Hindu Bali. Bersamaan dengan penyampaian informasi itu, ditayangkan pula adegan masyarakat Hindu Bali yang sedang beribadah.

KPI Pusat menganggap pengelola program tidak hati-hati dalam penayangan informasi yang validitasnya tidak diverisikasi kembali dengan umat Hindu Bali. Hal itu dianggap melanggar P3 KPI 2009 Pasal 6 dan 7 serta SPS KPI 2009 Pasal 7 ayat (1) dan ayat (2) huruf a.

Tak cuma On The Spot, satu program Trans 7 lain juga mendapat teguran. Program Dekade pada 15 Desember 2011 pukul 18.54 WIB, dalam siaran memeringati HUT stasiun televisi itu ada adegan yang dianggap menghina korban kekerasan seksual. Pelanggaran terjadi saat dialog antara komedian Sule dan Olga Syahputra.

Sule menanyakan pada Olga:
"Kalau boleh saya tahu nih. Matinya kenapa? Ada kan yang bunuh diri terus ada yang dibunuh."
Olga Syahputra menimpali:
"Matinya sepele. Diperkosa ama sopir angkot."

Penayangan adegan itu dianggap menabrak P3 KPI Pasal 8 ayat (1), Pasal 10, dan Pasal 14 serta SPS KPI Pasal 9, Pasal 13 ayat (1), dan Pasal 26 ayat(1).

Sementara program Kiss di Indosiar diberi sanksi peringatan kedua. Sanksi dikeluarkan atas penayangan Kiss edisi 21 Desember 2011 pukul 14.54 WIB. Program infotainment itu menayangkan adegan, gambar, identitas, dan/atau keterangan seorang narasumber sebagai korban pelecehan seksual secara detail dan berulang-ulang.

Pelanggaran tersebut terjadi ketika seorang narasumber yang merupakan survivor (penyintas) kekerasan seksual dan aktivis Lentera Indonesia dimintai komentar atas dampak dari ucapan Olga Syahputra tentang kekerasan seksual di angkot. Dalam program tersebut, identitas narasumber ditampilkan sebagai korban pelecehan seksual di angkot. Tindakan penayangan tersebut telah melanggar P3 Pasal 10 dan Pasal 18 ayat (1) serta SPS Pasal 13 ayat (10 dan Pasal 42 ayat (1) huruf b.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger