Senin, 26 Desember 2011

Polri: 1 Tersangka Kasus Bima Buron

Mabes Polri menyatakan salah seorang tersangka kasus unjuk rasa berujung bentrok di Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), adalah buronan kepolisian daerah setempat. Tersangka berinisial H itu terlibat pembakaran Kantor Kecamatan Lambu, Bima, 10 Maret 2011.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/12), mengatakan, H termasuk dalam 47 orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus unjuk rasa. Dari ke-47 tersebut, polisi menetapkan tiga di antaranya sebagai provokator, termasuk H.

"Kita sudah proses beberapa provokator. Ada tiga, inisial H yang merupakan DPO Polda terkait pembakaran kantor camat Lambu, 10 Maret lalu. Kedua As alias O, dan Ketiga SY. Dari awal kita sudah amati dalam melaksanakan kegiatan unjuk rasa ini," kata Saud.

Saud mengatakan, dugaan ketiganya provokator berdasarkan pengamatan anggotanya sejak unjuk rasa dimulai, 20 Desember 2011. Saud mengatakan, ketiga orang tersebut sudah ditandai sebagai dalang

"Kalau kita melakukan penegakan hukum, kita siap siapa targetnya untuk meminta pertanggungjawaban secara hukum. Makanya kita turunkan anggota berseragam maupun tidak berseragam, seperti intelijen dan reserse untuk mencari siapa saja target mereka. Supaya nggak salah tangkap," kata Saud.

Sekitar 300 warga Kecamatan Lambu, Bima, memblokade Pelabuhan Sape sejak 20 Desember 2011. Warga yang tergabung dalam Front Rakyat Anti-Tambang (FRAT) itu mendesak Pemerintah Kabupaten Bima mencabut SK 188 tentang Eksplorasi Pertambangan Emas di Sape dan Lambu.

Saud mengatakan, aksi massa membuat aktiftas warga lumpuh total. Warga yang hendak mudik Natal dan Tahun Baru tak bisa berangkat karena akses diblokade. Upaya negosiasi polisi juga sia-sia. Pada 24 Desember, polisi akhirnya membubarkan massa.

Dalam pembubaran tersebut, polisi melepas tembakan peringatan. Namun, dua orang diduga tewas terkena tembakan dan 10 lainnya luka-luka. Polisi kini menunggu hasil otopsi kedua korban untuk bukti penyidikan kasus tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger