Minggu, 25 Desember 2011

Penjualan Toyota di Indonesia Lampaui Thailand

Metrotvnews.com, Jakarta: Penjualan PT Toyota-Astra Motor (TAM) pada Desember 2011 mulai pulih secara bertahap seiring membaiknya pasokan yang sempat terganggu akibat banjir Thailand.

Penjualan Desember diperkirakan akan mencapai 23.000-26.000 unit atau naik sedikitnya 50% dibandingan penjualan November sebanyak 15.256 unit.

"Penjualan Desember akan lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya, seiring dengan pemulihan pasokan suku cadang dan mobil yang diimpor dari Thailand. Dampak (banjir) Thailand (terhadap penjualan mobil Toyota) ternyata lebih besar dari gempa dan tsunami di Jepang," kata Presdir PT Toyota-Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan, di Jakarta.

Dengan kinerja sampai akhir tahun ini, Johnny yakin, penjualan Toyota Indonesia tahun ini diperkirakan akan melampaui Thailand.

"Kami memperkirakan sampai Desember penjualan Toyota akan menembus angka sekitar 310 ribu unit," ungkapnya.

Dengan angka sebesar itu, meski belum mendapat kepastian, Johnny memperkirakan penjualan Toyota di Indonesia akan lebih tinggi dari Thailand yang selama ini menjadi negara dengan penjualan dan produksi tertinggi bagi Toyota di Asia Tenggara.

"Mungkin penjualan (Toyota di Indonesia) itu bisa menggeser (penjualan Toyota di Thailand) mengingat negeri itu sedang terkena musibah banjir," kata Johnny lagi.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sampai November 2011 penjualan TAM selaku agen pemegang merek Toyota telah mencapai 285.034 unit, atau telah melampaui penjualan sepanjang 2010 sebesar 280.989 unit.

Sementara itu, Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto menyatakan, anjloknya penjualan November lalu semata-mata karena gangguan suplai.

"Sebetulnya permintaan terhadap mobil Toyota masih sangat tinggi. Tapi karena ada masalah suplai yang ketat akibat banjir Thailand dan penyesuaian di pabrik dalam negeri, akhirnya banyak permintaan yang tidak terlayani," kata Joko.

Secara keseluruhan, menurut Johnny, kondisi pasar otomotif Indonesia pada tahun ini cukup mengembirakan karena didukung oleh kondisi fundamental dan pertumbuhan ekonomi yang kondusif.

Selain berdampak positif terhadap investor dan buyer asing, keberhasilan itu juga sangat positif terhadap kepercayaan masyarakat di dalam negeri sehingga indeks kepercayaan konsumen yang terus kuat.

Boleh dikatakan, keberhasilan mempertahankan kepercayaan konsumen inilah yang membuat pasar domestik terus meningkat dan menjadi salah satu kunci keberhasilan perekonomian Indonesia sepanjang 2011 ini.

Sampai kuartal III (Januari-September) 2011, PDB Indonesia tercatat tumbuh 6,5%. Berdasarkan harga yang berlaku, nilai PDB sampai kuartal III sudah mencapai hampir Rp5,5 triliun dan diproyeksikan bisa mencapai di atas Rp7 triliun pada akhir tahun.

"Ini harus diberi apresiasi karena saya yakin keberhasilan mempertahankan fundamental ekonomi ini adalah hasil kerja keras, terutama yang berada di belakang otoritas kebijakan baik di sektor moneter maupun di sektor riil," kata Johnny.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger