Minggu, 25 Desember 2011

Pengiriman TKI ke Yordania Terancam Ditutup Selamanya

Penghentian pengiriman tenaga kerja Indonesia (moratorium) ke Yordania tidak akan dicabut. Hal tersebut dikarenakan kondisi kerja yang tidak kondusif.

Hal itu dikatakan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, saat melakukan dialog dengan warga di Pondok Pesantren Al-Quraniyah, Krangkeng, Indramayu, Ahad (18/12).

"Yordania terancam ditutup selamanya karena gaji rendah, jaminan sosial juga tidak memadai, jadi sebaiknya tidak usah mengirim ke sana," kata Cak Imin.

Selain Yordania, pemerintah juga melakukan moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi, Kuwait dan Siria.

Penghentian pengiriman TKI juga dilakukan ke Yaman. Hal ini dikarenakan kondisi politik di negara itu yang masih bergejolak sehingga dinilai tidak aman.

Dengan adanya moratorium ke beberapa negara itu, Menakertrans menyatakan bahwa pemerintah melarang adanya pengiriman TKI keluar negeri. Namun para PJTKI diimbau agar mencari negara tujuan lain.

"Dengan adanya moratorium kita berusaha agar PJTKI mengalihkan pengiriman TKI, misalnya dari Arab Saudi ke Malaysia yang baru dicabut moratoriumnya," ujar Muhaimin.

Selain itu, Menakertrans mengingatkan agar warga tidak memaksakan diri untuk bekerja diluar negeri menjadi TKI jika tidak memiliki bekal keterampilan yang cukup.

Keterampilan berbahasa disebutnya merupakan hal yang utama. Karena menurutnya, seringkali keterampilan bekerja yang mumpuni menjadi sia-sia jika tidak dapat mengerti atau berkomunikasi dengan majikan.

"Yang harus dipersiapkan itu bahasa. Ini penting. Bahkan persiapan bahasa jadi sangat mutlak. Saya inginkan jika ingin bekerja ke Timur Tengah misalnya, harus menguasai dua bahasa, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris," ujar Muhaimin.

Pemerintah, lanjut Muhaimin, tidak memiliki hak untuk melarang warganya untuk bekerja keluar negeri namun pemerintah memiliki hak untuk melakukan pengawasan dan penertiban yang diperlukan.

"Jadi calon TKI ini memang harus diseleksi, harus dicek, jangan asal kepengen atau kepepet berangkat ke sana. Nanti malu-maluin," ujarnya.

Selain memalukan, para TKI yang tidak memiliki keterampilan yang memadai seringkali mengalami masalah seperti kekerasan atau kriminal di negara tujuan.

"Jadi buat yang umurnya dibawah 18 jangan pergi. Mental dan fisik juga harus disiapkan benar-benar," kata Menakertrans.

Sumber: (www.metrotvnews.com)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger