Minggu, 25 Desember 2011

Pengamat: Bahasa Moronene Terancam Punah

Bahasa Moronene, salah satu unsur budaya etnis Moronene di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, terancam punah dalam waktu 15 hingga 25 tahun ke depan. Hal itu karena adanya pergeseran bahasa oleh masyarakat pendukungnya sehingga perlu segera diselamatkan, kata seorang pengamat.

"Masyarakat pendukung yang aktif berbahasa daerah Moronene saat ini hanya golongan orang tua berusia di atas umur 50 tahun, sedangkan generasi mudanya telah bergeser menggunakan Bahasa Indonesia," kata pengamat bahasa Yus Rambe, di Rumbia, Kamis (15/12).

Yus, seorang mahasiswi program doktor Universitas Negeri Jakarta, yang sedang meneliti tentang pemertahanan bahasa Moronene mengatakan, salah satu akibat hilangnya budaya suatu suku adalah terjadinya pergeseran bahasa yang terjadi di kalangan masyarakat pendukungnya.

"Saat ini masyarakat pendukung bahasa daerah Moronene diperkirakan tersisa sekitar 25 persen, sedangkan 75 persennya terdiri dari kalangan yang berumur 25 sampai dengan 50 tahun," katanya.

Menurut Yus, ancaman kepunahan bahasa daerah tidak hanya dialami oleh Suku Moronene, tetapi juga ratusan etnis lainnya di Indonesia.

"Suku Moronene berada diurutan ke 115, setelah etnis Loloan di Bali, yang terancam punah budayanya akibat pergeseran bahasa," katanya.

Zainuddin Tahyas, seorang tokoh budaya Moronene yang dihubungi terpisah, membenarkan adanya ancaman kepunahan bahasa daerah Moronene tersebut.

"Inilah kekhawatiran terbesar yang sedang dihadapi oleh mayoritas etnis Moronene di Bombana, yang belum diantisipasi baik dari kalangan masyarakat pendukung budaya itu sendiri maupun pemerintah," katanya.

Menurut Zainuddin. langkah untuk mengantisipasi ancaman kepunahan tersebut, yaitu Pemerintah Kabupaten Bombana membuat aturan daerah untuk menjadikan bahasa Moronene sebagai salah satu mata pelajaran muatan lokal di tiap jenjang pendidikan.

"Pemkab Bombana juga membuat suatu aturan untuk mewajibkan penggunaan bahasa di instansi pemerintahan, pada hari-hari tertentu," katanya.

Sumber: (www.metrotvnews.com)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger