Kamis, 22 Desember 2011

New BMW M5, Terbaik di Kelas Sport Saloon


Otosia.com - Autocar IndonesiaMenjadi M5 pertama yang meninggalkan mesin 'naturally aspirated' (non-turbo) demi sebuah turbocharging, tentu mesinnya yang menjadi faktor pembeda. Semakin lama kita mengendarainya, semakin dalam kita mengenali karakter pengendaraannya. Semakin jelas pula terasa bahwa mesin barunyalah yang memainkan peranan terbesar di sini. Mobil ini sama seperti M5 lainnya, hanya saja lebih baik di setiap elemennya. Keunggulan teknis yang sangat signifikan yang telah diterapkan BMW adalah dengan mengganti mesin 'naturally aspirated' 5.0 liter V10 yang digunakan pada model terdahulunya dengan mesin twinturbocharged 4.4 liter  V8. Mesin dengan sudut kemiringan 90 derajat yang diletakkan 20 mm lebih rendah dari BMW Seri-5 standar ini merupakan pengembangan dari BMW X6M. Meski demikian, banyak perbedaan di antara kedua mesin tersebut, di antaranya adalah cylinder head, internal architecture, serta sistem induksi dan exhaust. Perbedaan tersebut menjadikan mesin ini disebut oleh divisi BMW M sebagai mesin yang benar-benar baru. Kunci dari berbagai perubahan ini adalah diadopsinya 'valvetronic fully variable inlet' dan 'exhaust timing'. M5 terbaru ini juga mendapat tambahan intercooler yang unik dan turbocharger berbentuk sarang lebah yang dapat berfungsi pada tekanan boost 0,9 bar atau 0,1 bar lebih rendah dari mesin X6M. Piston juga dimodifikasi agar massa pergerakan naik-turunnya lebih rendah dan membuat BMW mampu menghasilkan 'ignition cut-out point' (batas putaran mesin tertinggi) yang cukup tinggi (untuk ukuran mesin turbo) pada 7.200 rpm. Tenaga puncak 552 hp, bisa diraih di kisaran 1.750 rpm sampai 6000 rpm. Lebih hebat lagi, torsi maksimumnya lebih besar 207 Nm, meskipun berada di kisaran 4.600 rpm, dan sudah bisa dirasakan mulai dari 1.500 rpm atau hanya terpaut 700 rpm dari posisi diam. Beberapa catatan ini sekaligus menegaskan kontinuitas tradisi M5, yang setiap model barunya muncul lebih bertenaga dan memiliki torsi lebih besar dari sebelumnya. Perubahan teknis lainnya yaitu diadopsinya transmisi dual-clutch otomatis 7-speed yang baru. Adalah para insinyur dari Getrag yang mengganti transmisi 7-speed sequential manual pada model lawasnya dengan menawarkan opsi otomatis dan manual. Gearbox ini menyalurkan tenaga ke roda belakang melalui sebuah 'differential' elektronis yang baru saja dikembangkan oleh divisi M, yang mampu melakukan 'variable lock-up' secara berkesinambungan. Gearbox yang baru ini juga disertai fitur yang mendukung 'stop-start' (mesin mati bila mobil berhenti dan menyala kembali saat pedal rem tidak dipijak) dan penyimpanan energi (KERS) saat melakukan pengereman. Secara visual, perubahan tampilan eksterior New M5 dengan saudaranya Seri-5 tak terlalu signifikan. New M5 dibekali bumper dengan lubang udara yang lebar, grille berdesain baru, kap mesin dengan kontur berbeda, dan fender depan-belakang yang lebar. Perubahan lainnya, track (jarak pijak roda) depan diperlebar 27 mm dan track belakang lebih rapat 38 mm ketimbang saloon Seri-5. New M5 pun lebih rendah 25 mm, namun tetap mampu mengakomodasi velg alloy 19 inchi. Dengan jarak sumbu roda yang lebih panjang 74 mm dari pendahulunya, New M5 menawarkan akomodasi kabin belakang yang lebih besar, namun kapasitas bagasinya tetap 520 liter. Perubahan minimalis juga dilakukan pada kabin M5. Selain dilengkapi jok balap khas BMW M, interior dibalut kulit hingga ke lingkar kemudi dan beberapa instrumen yang unik. Di konsol tengah terdapat tombol sakti 'M' yang berfungsi sebagai pengaturan kemudi, pedal gas, transmisi dan stabilitas pengendaraan. Lalu bagaimana kemampuan sebenarnya M5 di jalanan? BMW mengklaim akselerasi 0 - 100 ditempuh dalam 4,4 detik. Terasa sekali mobil ini sangat kencang dan dengan traksi yang melimpah, akselerasinya memukau, serta pergantian gigi cekatan. Dari posisi gigi keempat, kecepatan 80 kpj sampai 120 kpj diraih dalam 3,7 detik dan hanya perlu 8,6 detik untuk melesat dari 100 kpj menuju 200 kpj. Kecepatan maksimalnya dibatasi sampai 250 kpj saja. (autocar/bun)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger