Sabtu, 24 Desember 2011

Kota Bima Genting (Wilayah Kec. Sape)

Sedikitnya dua orang tewas saat polisi membubarkan paksa aksi pendudukan dan blokade warga Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, di Pelabuhan Sape, Bima, Sabtu (24/12). Polisi menahan 47 orang, belasan di antaranya terluka tembakan. Sore ini situasi di areal Pelabuhan Sape mulai kondusif. Sebaliknya, di Kota Bima masih genting.

Dua korban tewas bernama Saiful dan Arif Rahman. Jenazah keduanya disemayamkan di Rumah Sakit Umum Daerah Bima, Nusa Tenggara Barat. Keduanya meninggal saat pukul 06.00 waktu setempat polisi membubarkan paksa secara dramatis enam hari pendudukan dan blokade Pelabuhan Sape.

Warga menduduki dan memblokade Pelabuhan Sape untuk menuntut pencabutan SK Pemerintah Kabupaten Bima Nomor 188 terkait pertambangan emas di wilayah mereka. Pemerintah Kabupaten Bima hanya mengizinkan perusaan tertentu menambang emas, serta menyebut pertambangan tradisional warga sebagai tindakan melawan hukum.

Menurut warga, perlakuan itu diskriminatif dan merugikan warga Lambu. Warga kukuh membokade Pelabuhan Sape sebelum permintaan mereka dipenuhi bupati. Karena tidak ada titik temu, polisi membubarkan paksa.

Ratusan warga Lambu yang tertahan di luar pelabuhan akhirnya melampiaskan kemarahan mereka terhadap gedung DPRD Bima dan kantor PLN Bima. Kantor PLN menjadi sasaran karena perusahaan setrum itu mematikan aliran listrik ke Kecamatan Lambu. Sedangkan gedung DPRD Bima dibakar massa karena dinilai tidak merespon aspirasi warga. Sejumlah fasilitas umum lainnya juga dilaporkan mengalami kerusakan.(DOR)

Sumber: (Metrotvnews.com, Bima)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger