Senin, 26 Desember 2011

Komnas HAM: Polisi Lindungi Perusahaan di Bima

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai aksi penembakan aparat polisi terhadap warga di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, merupakan kesengajaan untuk melindungi PT Sumber Mineral Nusantara milik asing. Terlebih, aparat tidak bernegosiasi atau sosialisasi terlebih dahulu kepada warga sebelum terjadi pembubaran paksa.

Hal itu dikatakan Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/12). Menurut Ifdhal, banyak bukti pelanggaran hak asasi yang dilakukan oleh aparat keamanan saat membubarkan paksa.

Bukti utama adalah ditemukannya peluru yang bersarang di kaki maupun dada para korban. Bahkan, saat terjadi pembubaran, polisi menembakkan secara lurus ke arah massa sehingga menewaskan tiga orang korban. Ketiganya yakni Arifudin Arrahman, Saiful, dan Arief Rahman.

Oleh karena itu, tim Komnas HAM hari ini berangkat ke lokasi bentrokan. Komnas HAM juga membentuk tim nasional penyelesaian konflik agraria tersebut.

Selain itu, Komnas HAM juga akan meminta kepada kepolisian dan korporasi untuk bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Hal ini dilakukan karena Komnas HAM menilai adanya upaya perusahaan untuk mempengaruhi polisi agar melakukan tindakan represif.
Insiden Pelabuhan Sape terjadi Sabtu (24/12) silam. Polisi dengan mengerahkan pasukannya membubarkan aksi warga yang sejak enam hari menduduki Pelabuhan Sape. Warga menuntut Pemkab Bima mencabut SK 118 tentang izin pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN). Massa juga menuntut dibebaskannya AS, tersangka pembakaran kantor Camat Lumbu 10 Maret 2011 lalu.

Sumber: (http://www.metrotvnews.com)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger