Kamis, 29 Desember 2011

Komaruddin Hidayat: Mahasiswa Jangan Melulu Turun ke Jalan

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Prof Komaruddin Hidayat mengatakan, kalangan kampus, terutama mahasiswa sebaiknya tak lagi melulu turun ke jalan untuk menyampaikan kritik. "Eranya sekarang berbeda dengan dulu. Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dengan beramai-ramai turun ke jalan tidak lagi memperoleh dukungan moral seperti saat masa Orde Baru," katanya di Semarang, Kamis (29/12).

Hal tersebut diungkapkannya usai diskusi bertajuk "Refleksi Akhir Tahun Peran Pendidikan Tinggi dan Media dalam Pendidikan Karakter Bangsa" yang diprakarsai oleh Universitas Diponegoro Semarang. Menurut dia, kecenderungan yang terjadi di masyarakat sekarang ini justru merasa terganggu jika ada demo massal di jalan karena menyebabkan macet, apalagi jalan-jalan memang sudah sedemikian sesak dan padat.

Ia menjelaskan, kecenderungan itu disebabkan ruang kebebasan saat ini terbuka lebar, beda saat Orde Baru yang menyumbat keran demokrasi dan partai politik yang mestinya tampil sebagai kekuatan kritik tidak berfungsi. "Lalu kekuatan kritik diambil alih oleh masyarakat kampus, intelektual, baik jajaran pimpinan, dosen, hingga aktivis mahasiswa. Namun, saat ini parpol, masyarakat, dan ormas memiliki kebebasan mengkritik," katanya.

Persoalannya, kata Komaruddin, berbagai kritik yang dilakukan lembaga swadaya masyarakat (LSM), media massa, parpol, dan lembaga survei jauh lebih berbobot dan data lebih lengkap dibanding kritik kalangan kampus. "Sekarang ini, kritik-kritik kampus sering minim data, ibarat meninju tidak kena sasaran. Namun, peran kampus sebagai kekuatan moral politik yang diambil nonkampus keadaannya tidak juga menjadi lebih baik," katanya.

Ia menyoroti tindak korupsi yang saat Orde Baru berlangsung secara terpimpin, namun pembangunan masih berjalan mengesankan, sementara sekarang ini praktik korupsi juga ikut terdesentralisasi. "Kalau direfleksi, ternyata pejabat yang melakukan korupsi dan ditahan merupakan sarjana lulusan perguruan tinggi. Pertanyaannya, mengapa para lulusan perguruan tinggi ini sedemikian rapuh integritasnya," katanya.

Apakah karena kampus yang kurang menanamkan pendidikan karakter pada mahasiswanya, kata dia, adanya krisis dalam keluarga atau praktik korupsi memang sudah tersistem sehingga sampai menjadi sedemikian parah. "Sepertinya ketiga-tiganya berpengaruh. Karena itu, kampus sebagai komunitas yang berisi kaum intelektual harus berbenah. Kampus juga tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, namun juga penyumbang pemikiran," kata Komaruddin.

Sumber: (Metrotvnews.com, Semarang)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger