Rabu, 28 Desember 2011

Ketua DPR: Mesuji dan Bima Kasus Lama

Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan, kasus yang terjadi seperti di Mesuji, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung dan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat adalah kasus lama yang baru meledak sekarang.

"Harus proporsionallah melihatnya. Kasus itu kasus lama semua. Kasus tahun 1997, 1998. Nggak ada kasus yang baru. Tapi meledak sekarang karena reformasi. Dulu rakyat takut untuk berdemo. Sekarang rakyat berdemo untuk menuntut haknya atau hak orang lain itu terjadi," kata Marzuki di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (28/12).

Dalam melihat itu, ia mengingatkan semua pihak harus arif, harus jernih dan jangan menyalahkan polisi semata. "Urusan tanah banyak provokasinya, banyak calonya," kata dia.

Banyaknya kritikan kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo terkait berbagai masalah yang akhir-akhir ini terjadi, Marzuki mengatakan, sebaiknya hal tersebut diserahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengevaluasinya.

"Yang mengevaluasi Presiden. Karena DPR ikut menetapkan, tentu Komisi Hukum (Komisi III DPR RI) yang akan mengevaluasi apakah ada kesalahan Kapolri atau itu puncak gunung es yang meledaknya saat dia jadi Kapolri," ujar Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.

Ia mengatakan, orang selalu berpikir negatif tentang polisi bila terjadi masalah di lapangan. "Kalau polisi yang jadi korban tidak ada yang berbelasungkawa, tidak ada kita sampaikan keprihatinan. Ada polisi yang dibunuh, ada yang ditusuk. Tapi kita seolah-olah menganggap itu lah konsekuensi jadi polisi. Itu keliru. Polisi itu manusia juga, punya keluarga. Jangan kita melihatnya itu seolah-olah semua kejahatan polisi. Ada polisi yang tidak baik, ada polisi yang baik," ujar Marzuki.

Bahkan ia mengatakan, terkadang sikap dan perilaku Satpol PP lebih kejam dibanding anggota Polri sendiri saat di lapangan. "Satpol PP ada yang lebih kejam dari polisi, injek-injek pedagang. Apakah Satpol PP lebih hebat dari polisi? Nggak. Kadang-kadang dihancuri barang dagangannya tanpa memikirkan nasib pedagang," kata Marzuki.

Namun demikian, ia mengakui, perlu ada perbaikan di internal Polri agar kasus-kasus seperti di Bima dan Mesuji tidak terjadi lagi. "Kalau polisi betul-betul rekrutmennya baik, diyakini tak akan terjadi peristiwa seperti itu. Nah, masalahnya saat rekrutmen masih ada rekrutmennya dengan menggunakan uang," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.

Di samping itu, kunci lainnya adalah pendidikan Kepolisian yang sepakati dia bagian dari masyarakat sipil. "Harusnya diajarkan ilmu komunikasi, bagaimana komunikasi dengan rakyat. Diberikan juga tentang psikologi, bagaimana psikologis masyrakat yang marah. Bukan hanya cara-cara menindak dengan ilmu-ilmu bela diri," kata Marzuki.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger