Jumat, 23 Desember 2011

Kenangan Pertama Anak Dapat Terjadi Sejak Usia 2 Tahun


img
(Foto: thinkstock)

Kebanyakan orang dewasa menderita amnesia masa kanak-kanak karena tidak bisa mengingat masa bayi atau balita yang mereka lalui. Namun studi baru menunjukkan bahwa kenangan pertama anak sudah terbentuk sejak umur 2 tahun dan sudah bisa mengingat peristiwa unik.

"Kami tertarik untuk melihat memori anak usia muda karena dapat memberitahu kita tentang memori secara umum. Kebanyakan dari kita tidak dapat mengingat apapun memori saat bayi, hanya memori usia 3 atau 4 tahun, ketika kita sudah mulai mengingat," jelas Fiona Jack, peneliti studi dari University of Otago di New Zealand, seperti dilansir Livescience, Jumat (23/12/2011).

Kebanyakan memori dari masa balita adalah peristiwa besar dalam hidup yang akan diceritakan sebagai fakta pada masa dewasa. Namun banyak orang yang mengalami kesulitan untuk mengingatnya.

"Ada beberapa orang yang mengaku mengingat hal-hal yang terjadi pada usia 8 atau 12 bulan. Ini sangat sulit untuk mengetahui apakah yang mereka ceritakan benar-benar memori asli atau sebagian merupakan rekonstruksi yang diceritakan orangtua atau melihat foto di album," jelas Jack.

Studi dilakukan untuk mengetahui pasti sejak usia berapa anak sudah mulai dapat mengembangkan memori. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa anak usia 2 hingga 3 tahun sudah dapat membentuk kenangan pertama dan mengingat hal-hal yang menarik.

Dalam studi tersebut, peneliti merancang alat 'ajaib' untuk menarik perhatian anak-anak dalam studi, yang disebut dengan 'Magic Box'. Responden anak-anak akan meletakkan di atas kotak, menutar tuas dan mainan versi mini akan muncul di bagian bawah dengan iringan suara dan lampu. Para penelitia melatih 46 anak dengan rentang usia 27 hingga 51 bulan untuk menjadi responden selama 2 hari berturut-turut.

Pada hari ketiga, anak-anak ditanya kembali soal kotak dan bagaimana menggunakannya. Hasil wawancara selama 3 hari ini ditanyakan kembali setelah 6 tahun kemudian, ketika anak-anak berusia 10 hingga 12 tahun.

Sebelum menyebutkan 'Magic Shrinking Box', peneliti pertama menunjukkan medali kepada anak-anak yang mereka terima setelah berpartisipasi menjadi responden dan menanyakan apakah mereka ingat mengapa mereka mendapatkannya. Orangtua juga diwawancarai pada waktu itu.

Hasilnya, hanya 20 persen anak-anak yang mampu mengingat kembali Magic Shrinking Box yang mereka mainkan 6 tahun lalu, tetapi menariknya hal itu tidak digolongkan berdasarkan usia.

"Bahkan dua anak dari responden yang paling muda, yang ketika itu berusia kurang dari 3 tahun dapat mengingat alat ajaib itu dengan baik. 50 persen dari orang dewasa dapat mengingat permainan dan bagaimana menggunakannya," jelas Jack.

Peneliti kemudian mempelajari apakah ada karakter kepribadian yang berbeda pada anak-anak yang mampu mengingat, seperti pada kemampuan bahasa dan kemampuan memori secara umum. Namun peneliti tidak menemukan indikasi apapun yang dapat mempengaruhi daya ingat anak.

"Kami memang menemukan bahwa rata-rata anak yang ingat kejadian enam tahun lalu membicarakan peristiwa itu lebih banyak. Artinya, aktif terlibat dalam percakapan bisa membantu perkembangan memori secara umum dan tentang peristiwa tertentu," tutup Jack.

Sumber: (http://www.detikhealth.com)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger