Minggu, 25 Desember 2011

Kandungan Emas Pagaralam Diteliti Ahli Jepang

Tenaga ahli Jepang meneliti kandungan emas di Bukit Kayu Manis, Kelurahan Ujanmas, Muarasiban dan Bumiagung, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Sumatra Selatan. "Ada sembilan orang tenaga ahli dari Jepang sudah mengambil sampel dan sekaligus melakukan penelitian terhadap kawasan perbukitan di Kecamatan Dempo Utara, untuk mengetahui kandungan emas di sana," kata anggota DPRD Kota Pagaralam, Herwanando, di Pagaralam, Senin (26/12).

Menurut dia, kedatangan tenaga ahli Jepang itu sebagai tindak lanjut dari penemuan dan penambangan yang dilakukan warga setempat dan dilaporkan berhasil mendapatkan logam mulia tersebut. "Kendala yang dihadapi karena sebagian besar lahan masih dikuasai warga, dan menolak dilakukan pembebasan meskipun dengan harga tinggi," kata dia.

Ia mengatakan, besarnya kandungan emas yang terdapat di kawasan itu mendorong pemerintah berupaya melakukan pembebasan. Harga lahan menjadi naik cukup tinggi dari hanya Rp50 juta per hektare menjadi Rp150 juta per haktare. "Keseluruhan kawasan Bukit Kayu Manis yang memang banyak mengandung logam mulia jenis emas itu bisa mencapai 5.000 hektare, terdiri dari beberapa kecamatan," ujar dia.

Namun, yang sudah dilakukan uji coba penambangan baru di Kelurahan Ujanmas, untuk 10 kilogram bebatuan bisa menghasilkan antara 2 hingga 3 gram butiran emas. Bukti lain jika daerah itu memiliki kandungan emas, yaitu hampir setiap tempat batu mengandung pirit bercampur dan tembaga.

"Kondisi alamnya juga memiliki kesamaan dengan lokasi penambangan emas di Lubuklinggau, Sumsel dan Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat," kata dia.

Herwanando mengatakan, hanya saja pemerintah setempat sepertinya sengaja menutup-nutupi agar jangan sampai warga melakukan penambangan sendiri. "Ada di antara warga yang sudah berhasil mendapatkan emas dan dijual masih dalam bentuk gumpalan-gumpalan kecil," kata dia.

Menurut dia, memang sudah beberapa kali ada warga yang menjual bongkahan emas murni ukuran 24 karat. Hanya saja penambangan ini masih tersembunyi, hanya dilakukan di lingkungan terbatas saja.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Kota Pagaralam, Haryanto membenarkan, memang di sekitar wilayah Kota Pagaralam cukup banyak memiliki kekayaan alam terutama bahan tambang, seperti batu bara, minyak bumi dan emas. "Namun karena sebagian besar wilayah daerah ini kebanyakan hutan lindung tentunya harus dilihat dulu mana besar manfaat dan mudaratnya," ungkap dia.

Kekayaan alam itu, kata dia, tidak bisa dikelola kerena dampaknya terhadap kerusakan alam cukup besar, kecuali dilakukan orang yang benar-benar profesional.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger