Sabtu, 24 Desember 2011

Jalur Kereta Tegowanu-Brumbung Selesai Diperbaiki

PT Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang menyatakan, jalur kereta Tegowanu-Brumbung, Kabupaten Grobogan, yang bantalan relnya tergerus sudah selesai diperbaiki dan siap dilewati KA kembali.

"Proses perbaikan jalur KA, tepatnya di KM 21+900 antara Tegowanu-Brumbung, Grobogan, selesai Sabtu (24/5) sekitar pukul 22.40 WIB," kata Kepala Hubungan Masyarakat PT KA Daops IV Semarang Sapto Hartoyo di Semarang, Sabtu (24/12) malam.

Ia menjelaskan, perbaikan bantalan rel yang tergerus banjir akibat meluapnya Sungai Cabean, Grobogan itu selesai lebih cepat satu jam dari perkiraan, sebab semula diperkirakan rampung pukul 23.30 WIB.

Jalur KA di KM 21+900 antara Tegowanu-Brumbung diterjang banjir yang mengakibatkan bantalan rel tergerus membuat posisi rel menggantung sepanjang 10 meter dengan ketinggian satu meter.

Akibatnya, jalur tersebut tidak bisa dilalui dan KA dari Surabaya yang akan menuju Semarang terpaksa harus memutar ke jalur lain yakni Gambringan-Gundih, Grobogan dan membuat kedatangan KA mengalami keterlambatan.

Menurut dia, perbaikan jalur KA tersebut dilakukan dengan menambahkan "kricak" (batu kerikil) untuk mengganti tanah penyangga yang tergerus akibat banjir sehingga saat ini jalur tersebut siap dilalui KA kembali.

Kerusakan jalur KA di Tegowanu-Brumbung itu menyebabkan setidaknya lima KA mengalami keterlambatan antara dua sampai dengan empat jam, dan yang mengalami keterlambatan paling parah adalah KA Rajawali jurusan Surabaya-Semarang.

Berdasarkan pantauan di Stasiun Tawang Semarang, KA Rajawali yang sesuai jadwal seharusnya sudah tiba di stasiun tersebut pukul 18.24 WIB baru tiba pukul 22.25 WIB sehingga keterlambatan KA Rajawali sekitar empat jam.

"Yang paling lama terlambatnya memang KA Rajawali, sampai sekitar empat jam. Kalau untuk KA Gumarang, KA Sembrani, KA Feeder, dan KA Kertajaya mengalami keterlambatan antara dua sampai tiga jam," katanya.

Padahal, kata dia, KA Rajawali setibanya di Stasiun Tawang akan berganti menjadi KA Harina yang melayani jurusan Semarang-Bandung dan sesuai jadwal sudah harus berangkat dari Semarang pukul 20.35 WIB.

Karena KA Rajawali baru tiba di Stasiun Tawang Semarang pukul 22.25 WIB, Sapto menjelaskan automatis keberangkatan KA Harina ke Bandung turut mengalami keterlambatan dan baru bisa berangkat pukul 23.58 WIB.

"Bagaimana lagi, ini kejadian alam. Jalur itu (Tegowanu-Brumbung, red.) kerap terkena banjir luapan Sungai Cabean. Namun, kami tetap upayakan perbaikan secara cepat agar perjalanan KA kembali lancar," kata Sapto.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger