Kamis, 29 Desember 2011

Jabar Terbesar Pengirim TKI

Provinsi Jawa Barat menjadi yang pertama di Indonesia terkait pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri atau menggeser daerah lain yang selama ini sebagai pengirim terbesar. "Berdasarkan laporan dari BNP2TKI, saat ini beberapa kabupaten di Jabar telah menggeser daerah-daerah lain di Indonesia terkait pengiriman TKI," kata anggota Komisi IX DPR Rieke Dyah Pitaloka yang dihubungi melalui telepon selularnya, Senin (26/12).

Ia mengatakan, sebelumnya provinsi yang paling banyak mengirimkan TKI ke luar negeri ialah Nusa Tenggara Barat, kemudian Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Namun, menurut keterangan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian Pengembangan dan Informasi BNP2TKI Benyamin Suprayogo, pada 2011 tiga besar provinsi pengirim TKI ialah Jabar, Jatim dan NTB.

"Kalau sekarang justru Jabar di posisi pertama, asalnya Jabar ada di posisi ke empat sebagai daerah di Indonesia yang paling banyak mengirimkan TKI ke luar negeri," ujarnya.

Bergesernya posisi Jawa Barat dalam hal pengiriman TKI ke luar negeri tersebut, menjadi sebuah tanda tanya tersendiri bagi dirinya. "Ini ada apa? Padahal seperti yang kita ketahui bahwa potensi sumber daya alamnya berlimpah tapi mengapa warganya banyak yang memilih jadi TKI," katanya.

Menurut dia, berdasarkan data BNP2TKI per Maret 2011, ada lima kabupaten/kota di Jawa Barat yang menjadi daerah pengirim TKI ke luar negeri. Adalah Kabupaten Indramayu sebanyak 39.000 TKI, Kabupaten Cianjur 37.000 TKI, Kabupaten Cirebon 27.000 TKI, Sukabumi TKI 25.000 orang dan Karawang sebanyak 24.000. Setelah itu baru Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Rieke menambahkan, seiring dengan banyaknya jumlah TKI asal Jawa Barat yang bekerja di luar negeri, maka permasalahan yang dihadapi oleh para TKI pun semakin besar. "Angka ini juga bisa dilihat dari daftar kasus TKI. Beberapa daerah seperti Majalengka, Indramayu, Sukabumi dan Garut, tercatat sebagai daerah asal TKI yang menghadapi masalah," katanya.

Dia mengatakan, tak hanya kasus gaji yang tak dibayar oleh majikannya atau dokumen bermasalah, juga tercatat ada yang terkena vonis mati, bahkan kekerasan yang berujung kematian. "Dan bahkan kasus kematian TKI dengan jenazah yang sulit dipulangkan ke tanah air kita," ujarnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger