Kamis, 29 Desember 2011

Gunung Sindoro Berpotensi Letusan Freatik

Gunung Sindoro di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah, meskipun saat ini berstatus waspada berpotensi terjadi letusan freatik.

"Saat status gunung tersebut waspada, bisa saja terjadi letusan jenis freatik, maka masyarakat dilarang mendaki hingga radius dua kilometer dari puncak," kata petugas Pos Pengamat Gunung Sindoro dan Sumbing di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Yuli Rahmatullah, di Temanggung, Kamis (29/12).

Secara fisik, tidak ada gejala yang mengarah pada letusan freatik yang bisa diamati. Hanya bisa dideteksi dari kegempaan yang terus meningkat. "Berdasarkan catatan sejarah, letusan Sindoro beberapa kali freatik. Namun hingga letusan terakhir tahun 1970 belum ada pos pengamatan di sini, jadi belum diamati," katanya.

Pos Pengamatan Gunung Sindoro dan Sumbing berdiri pada 1985. Petugas yang lain, Sumaryanto, mengatakan, letusan freatik tidak bersumber dari magma. Letusan freatik adalah letusan yang terjadi oleh adanya tekanan gas.

"Namun, bisa jadi sangat berbahaya karena saat terjadi letusan freatik mungkin ada lontaran batu meskipun ukuran kecil, namun panas. Jadi kami khawatir jika ada warga atau pendaki yang nekat naik ke puncak," katanya.

Data seismik Gunung Sindoro pada Rabu (28/12), terjadi satu kali gempa vulkanik dalam dan 11 kali gempa embusan.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . RALEOPA_Q - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger